Warna-warni berbahaya: edukasi bahaya pewarna kimia pada jajanan anak sekolah di desa Karang Bunga

Authors

  • Yulianita Pratiwi Indah Lestari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Rizka Mulya Miranti Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia
  • Ahmad Irfan Riyadi Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia
  • Annisa Raqiqah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia
  • Aulia Fitriani Hidayatullah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia
  • Helen Silvana Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia
  • Khaliza Syawalia Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia
  • Miftahul Zannah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Barito Kuala, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29303/indra.v6i2.600

Keywords:

food dye, food safety, health education, school-aged children, community empowerment

Abstract

Children are highly exposed to various snacks sold freely around schools, many of which may contain hazardous synthetic food dyes. These dyes can pose health risks, especially when consumed continuously without supervision. This community service aimed to increase students' awareness at SDN Karang Bunga about the dangers of synthetic food coloring in school snacks. The activity was conducted through counseling and education sessions on June 27, 2024. Methods included presentations, discussions, games, pretests and posttests, and questionnaire-based evaluations. The results showed increased knowledge based on the pretest and posttest scores and high satisfaction from teachers and students. This program is expected to build critical awareness among school-aged children in choosing safe food.

References

Adhyayana International Public School. (2025). Cara menggabungkan metode pengajaran dan pedagogi untuk hasil yang lebih baik. Diakses pada 1 Juli 2025 dari https://taips-edu-in.translate.goog/how-to-combine-teaching-methods-and-pedagogy-for-better-results/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge.

BPOM RI. (2019). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pengawasan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Badan POM RI.

BPOM RI. (2022). Informasi Bahan Tambahan Pangan: Pewarna Makanan yang Diperbolehkan dan Dilarang. Jakarta: Badan POM RI.

BPOM RI. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan dan Bahan yang Dilarang Digunakan sebagai Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Badan POM RI.

Amaliyah, N. (2017). Penyehatan makanan dan minuman. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Cahyadi, I. W. (2023). Analisis & aspek kesehatan bahan tambahan pangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Jamil, A., Sabilu, Y., & Munandar, S. (2017). Gambaran pengetahuan, sikap, tindakan dan identifikasi kandungan pemanis buatan siklamat pada pedagang jajanan es di Kecamatan Kadia Kota Kendari Tahun 2017. Skripsi, Universitas Halu Oleo.

Nainggolan, I. (2018). Tanggung jawab pidana bagi pelaku usaha yang menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya pada produk pangan. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(2), [halaman jika ada].

Nurdin, N. (2018). Tinjauan penggunaan bahan tambahan pangan pada makanan jajanan anak sekolah. Jurnal Riset Kesehatan, 7(2), 85–90.

Saliko, A. M., Ahmad, J., Husain, I. H., Mamu, H. D., & Lamangantjo, C. J. (2025). Pengaruh permainan ice breaking terhadap hasil belajar peserta didik kelas X pada materi klasifikasi makhluk hidup di SMA Negeri 1 Mananggu. Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 11(1), 243–252. https://online-journal.unja.ac.id/biodik.

Sari, N. P. (2020). Penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya (boraks) pada bakso tusuk yang dijual di sekolah dasar Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Avicenna, 15(2), 374–379.

Thalib, M. (2019). Pengaruh penambahan bahan tambahan pangan dalam pengolahan sayur-sayuran menjadi produk saus tomat. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Agrokompleks, [volume atau nomor jika ada], 78–85.

Wahyudi, J. (2017). Mengenali bahan tambahan pangan berbahaya: Ulasan. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 13(1), 3–12.

Wijaya. (2018). Waspadai zat aditif dalam makananmu. Yogyakarta: Buku Biru.

Zakiyah, S., Hasibuan, N. H., Yasifa, A., Siregar, S. P., & Ningsih, O. W. (2024). Perkembangan anak pada masa sekolah dasar. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 71–79. https://doi.org/10.54259/diajar.v3i1.2338.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Lestari, Y. P. I., Miranti, R. M., Riyadi, A. I., Raqiqah, A., Hidayatullah, A. F., Silvana, H., … Zannah, M. (2025). Warna-warni berbahaya: edukasi bahaya pewarna kimia pada jajanan anak sekolah di desa Karang Bunga . INDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 77–81. https://doi.org/10.29303/indra.v6i2.600

Issue

Section

Articles